April 25, 2024

Cerpen Renungan: Menunda Rahmat Tuhan

[Parokiminomartani.com] – Tinul sudah siap-siap mau pergi untuk sembahyang tetapi tidak jadi pergi. “Nul … kok ga jadi pergi sembahyang kenapa kok ga jadi pergi … lha sudah siap,”  tanya si Dul yang pulang ga jadi sembahyang.

Tinul: “Hhhhhh … niatnya sih seperti itu Dul … rasanya itu akan enak mengawali keseharian itu dengan sembahyang terlebih dahulu.”

Dul: “Lha kok ndak jadi kenapa Nul?”

Tinul: “Hhhhhh …. ga tahu tiba-tiba kok jadi kepikiran belum siapkan sarapan, belum beres-beres rumah dan masih banyak yang belum dibereskan … besok-besok lagi aja bangun lebih awal lagi … biar bisa bereakan semuanya dulu baru pergi sembahyang.”

Dul: “Lha bukannya biasanya bangun dua jam lebih awal Nul.”

Tinul: “Emang sih … tapi kan tidak langsung bangun Dul … malas-malasan dulu di tempat tidur.”

Dul: “Weleeeh … kalau seperti itu ya biar bangun lebih awal 3 jam ya tetap aja ga akan beres kerjaannya … lha masih malas-malasan di tempat tidur.”

Tinul: “wis nanti aku tidak akan malas-malasan Dul … langsung beres-beres.”

Dul: “Nul kalau punya niat itu segera wujudkan … jangan pernah menunda untuk berbuat baik atau berbuat kebajikan dan jangan biarkan pikiran kita dikuasai oleh kejahatan agar kebaikan atau kebajikan itu segera dapat perwujudan. Karena dengan menunda kebaikan dan kebajikan kita telah menunda Rahmat dari GUSTI … coba sekarang pikirkan.”

Tinul: “Apa yang harus dipikirkan Dul?”

Dul: “Weeee … ora dong bocah Iki … coba pikir … karena kamu menunda untuk sembahyang … semuanya jadi tidak sarapan ini … wis sembahyang tidak jadi … buat sarapan juga belum … apa ga kesiangan nanti.”

Tinul: “Hihihihihi … Ooooo i ya …  sory … wis tak masak dulu … Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minomartani, 1 Maret 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani