April 25, 2024

Cerpen Renungan: Saatnya Dia akan Memberi Hadiah pada Kita

[Parokiminomartani] – Gombloh selesai menyapu halaman duduk istirahat di balai-balai bawah pohon manggis. Melihat Gombloh duduk istrahat si Dul datang dengan membawa dua gelas kopi tubruk. ” ini Mbloh…. duduk di balai-balai itu enaknya ditemeni sama segelas kopi tubruk…. cuma ga ada camilannya Mbloh…”.

Gombloh :” waaaah matur nuwun tenan lho Dul… kamu emang teman yang tahu penderitaan dan kesusahan sahabat…”.

Dul yang kaget langsung menyahut “. Weeh… kamu lagi susah ya Mbloh… susah kena apa Mbloh….”.

Gimbloh :” bukan susah Dul tapi sedih aja rasanya… kok dari hari ke hari seperti ini terus ya… ga ada perubahan sama sekali…”.

Dul :” lha emang kenapa Mbloh kalau seperti ini terus…perubahan itu selalu ada Mbloh cuma tidak terasa aja…”.

Gombloh :” lha kenyataanya aku ya begini-begini terus…”.

Dul :” ya ga begini terus Mbloh…. nyatanya kamu berubah… dari pengharapan ke Meice yang tak berujung …sekarang mulai ada titik terang sama mbakyu Prenjak…. sudah mau jalan berdua meski hanya ngantar pulang hhhhh”

Gombloh :” kalau itu tidak diragukan lagi Dul…. hanya kita ini lho rasanya hanya susah terus seperti kalau pertandingan itu tidak pernah menang kapan kita itu akan sungguh bisa sedikit ringanlah … gembira seperti pemenang dalam pertandingan…”.

Dul :” hmmmm…. kalau kita mikir susahnya ya ga habis-habis Mbloh… tapi jika kita ingin menang dalam hidup, inilah yang harus kita lakukan: Jangan berfokus pada rasa susah dan sakit; fokuslah pada hadiah yang pada saatnya DIA akan memberikan pada kita…”.

Gombloh :” ya kapan hasil akhirnya itu bisa kita rasakan…”.

Dul :” ya nanti Mbloh… contohnya ya nanti kalau kamu sudah jadian bener sama mbakyu Prenjak … saat ini ya nikmati pendekatanya Mbloh….”.

Gombloh :” kon mbakyu Prenjak sing dienggo contoh Dul…”.

Dul :” sing paling gampang dan paling bisa kamu rasakan Mbloh”.

Gombloh :” lha rasane mung deg-degan aja je”

Dul :” lha wis nembung durung sama mbakyu Prenjak “.

Gombloh :” wooooo ya selamat menikmati penderitaan Mbloh… aku tak nikmati kopi ”

Met pagi…. semoga Tujan memberkati hidup dan karya kita. (Rabu, 13 Maret 2019, Romo Andita)

Paroki Minomartani