April 25, 2024

Cerpen Renungan: Sumber Kesalahan

[Parokiminomartani] –  Gombloh bangun pagi sudah ngomel-ngomel setelah menerima telepon ” kalau tahu seperti ini lebih baik tadi malam ga aku antar wis ben saja dirasakke…”.

Tinul yang mendengar omongan Gombloh langsung menyahut :” weeeh…ngopo je Mbloh…pagi-pagi sudah ngomel-ngomel masalah yang sudah terjadi…yang sudah terjadi biar saja lewat ”

Gombloh :” karepe ya ngono Nul…tapi ini pagi-pagi sudah menghadapi masalah….”.

Tinul :” lha masalah apa…”.

Gombloh :” ya masalah tadi malam itu berlanjut sampai saat ini…”.

Tinul :” sek..sek..sek…bukannya tadi malah kamu ngantar mas Ribut periksa ke dokter”.

Gombloh :” ya itu masalahnya Nul…dia minta diantar lagi, periksa…”.

Tinul :” lha emang semalem ga jadi periksa “.

Gombloh :” ya jadi periksa…lha malah ketemu dokternya juga kok….”.

Tinul :” lha gene sudah ketemu dokternya… lha kok ini masih mau periksa lagi….”.

Gombloh :” ya itulah…males je ngantar dia itu…bikin malu aja kok…lha tadi malam aja aku hanya diam terus tak tinggal keluar…”

Tinul makin penasaran :” lha buat ulah apa mas Ribut…”.

Gombloh :” bukan buat ulah Nul tapi konyol aja… mana ada seorang pasien mengatur dokter bagaimana memeriksa dirinya dan menentukan obat apa yang harus diminum…lha kan ya buat malu tho …ini malah minta diantar ke dokter lain….nanti dokternya diajari dia lagi…wegah aku…”.

Tinul tertaww geli :” hihihihihihi…jangankan dokter Mbloh…GUSTI saja sering kita jadikan  sebagai sumber kesalahan karena persoalan, kesulitan dan kegagalan yang kita alami. Dengan doa-doa yang kita panjatkan kita berusaha mengatur GUSTI menyelesaikan persoalan dan kesulitan yang kita alami…kalau doa ga dikabulkan berarti GUSTI hanya diam bahkan terlalu lambat untuk bertindak … piye jal kalau gitu…”.

Gombloh :” ya itu masalahnya….kowe aja Nul yang ngantar mas Ribut ke dokter…”

Tinul :” weeeh wegah Mbloh…aku menikmati sarapan yang dibuat si Dul…wis sana diantar…angaap aja belajar untuk sabar…”.

Gombloh :” belajar apa Nul…Nul…”

Met pagi….semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minggu, 20 Oktober 2019, Romo Andita)

Paroki Minomartani