July 24, 2024

Cerpen Renungan: Ukurannya Ada pada Kedua Tanganmu

[Parokiminomartani.com] – Dengan susah payah Gombloh membawa barang-barang yang akan dibawa ke kantor. “Banyak sekali barang bawaannya Mbloh … emang di kantor masih kurang ya Mbloh barang-barangnya?” tanya Si Dul yang lihat.

Gombloh: “Iya Dul ini, mau aku bawa ke kantor.”

Dul: “Sebegitu banyaknya Mbloh … emang semuanya akan terpakai?”

Gombloh: “Ya semuanya sih … emang tidak semuanya akan terpakai Dul … tapi kan ada baiknya untuk berjaga-jaga.”

Dul: “Ooooooo … lha kalau hanya untuk berjaga-jaga ya biar disimpan dirumah aja ga apa Mbloh … dibawa aja secukupnya.”

Gombloh: “Ya kalau bilang secukupnya itu susah Dul … lha ini aku rasa masih belum cukup je … ga ada ukurannya kalau mau bilang secukupnya.”

Dul: “Ya ada Mbloh ukuran secukupnya itu.”

Gombloh: “Njuk opo ukurane Dul?”

Dul: “Ukuranya itu adalah seberapapun kuat tangan kita untuk memegang namun tak akan pernah cukup kuat untuk memegang keinginan kita. Tangan kita hanya cukup memegang¬† dua benda yang merupakan keinginan kita …. ukurannya itu ya kedua tanganmu Mbloh … kalau tanganmu cukupnya bawa dua ya dua saja yang dibawa … kalau mau membawa lebih namanya serakah Mbloh.”

Gombloh: “Tapi tanganku cukup kuat membawa lebih dari dua kok,” sambil ngomong seperti itu barang yang dikalungkan di leher Gombloh jatuh. “Dul tolong ambilkan barang yang jatuh ini Dul.”

Dul: “Ambil sendiri dengan kedua tanganmu itu.”

Gombloh: “Ya ga bisa Dul … ini sudah memegang barang tanganku.”

Dul: “Nah itu yang namanya serakah … Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minomartani, 3 Maret 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani