July 13, 2024

Cerpen Renungan: Menanamkan Kebaikan Pada Niat Kehidupan

[Parokiminomartani.com] Tanaman yang ditanam dan dirawat oleh Gombloh telah berbuah dan matang siap untuk dipetik. Namun sat Gombloh merasakan buahnya ternyata tidak seperti yang diharapakan. “Kok bisa ya rasa buahnya tidak seenak buah yang aku makan di tempat penjual bibit ” guman Gombloh dalam hati.

Dul: “Kenapa Mbloh Kon nyengar-nyengir makan buah?”

Gombloh: “Iki nyoba raksakke nak ora nyengir kowe.” Si Dul menerima buah dari Gombloh dan langsung memakannya , “waaah asem tenan … buah opo Iki Mbloh?”

Gombloh: “… hhhhhh … wis elek dadi tambah elek rupamu Dul nak nyengir jebule … ya iki buah sing tak tanam lha hasilnya tidak sama dengan buah yang kita makan waktu beli bibit nya.”

Dul: “Lha dulu itu kan kata penjualnya bibitnya sama dengan buah yang kita makan, kok beda hasilnya?”

Gombloh: “Lha iya kuwi … padahal sudah aku rawat seperti yang disarankan je … niatnya supaya bisa berbuah banyak … lha kok rasanya seperti ini.”

Dul: “Hhhhhh … kan niatnya supaya berbuah banyak Mbloh … lha ini sudah banyak kan buahnya.”

Gombloh: “Tapi rasanya tidak seenak buah yang kita beli.”

Dul: “Kalau itu bisa jadi soal perawatannya Mblo.”

Gombloh: “Bisa jadi Dul.”

Dul: “Hhhhhh emang menanamkan kebaikan pada niat-niat di dalam kehidupan kita lebih sulit dibandingkan dengan tindakan atau perbuatan baik yang kita lakukan … wis biar Tinul dan teman-teman nya saja yang menikmati mereka pasti senang buah yang seperti ini

Semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita.

(Minomartani, 12 Januari 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani