June 25, 2024

Cerpen Renungan: Mari Menilai Diri Sendiri

[Parokiminomartani.com] – Sambil mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa kerja, Gombloh meminta tolong Si Dul untuk membawakan barang-barangnya ke kendaraan. “Mbloh kamu itu mau kerja atau mau pindahan kok banyak sekali barang yang dibawa?” tanya Si Dul.

Gombloh: “Ya kerja tho Dul … ini bentuk kesiapan ku untuk berjalan nanti … biar makin berkualitas kerjaku.”

Dul: “Tapi masak sampai sebegini banyak nya … kan yang perlu aja Mbloh yang dibawa.”

Gombloh: “Wah repot nanti Dul…kalau si Bos minta kerjaan yang ini itu tapi ga siap … wah kualitasku di depan Bos ya pasti turun.”

Dul: “Waah ya repot kalau gitu Mbloh … pindah omah sekalian wae. ”

Gombloh: “Ngawur wae kowe kuwi … gini lho Dul … Bos itu akan melihat kualitas kita itu dari kesiapan dan cara kerja kita artinya kualitas kita itu baik atau tidak itu kelihatan dari sikap dan tindakan kita.”

Dul: “Waaah kalau gitu ya banyak kepura-puraan Mbloh.”

Gombloh: “Kepura-puraan gimana Dul … lha ini kerja tenan je.”

Dul: “Lha ya kepura-puraan Mbloh … lha kalau kualitas itu baik atau tidak hanya dilihat dari tindakan … lha orang kan bisa saja pura-pura kerja yang baik supaya bisa dinilai kualitasnya baik … lha kalau seperti itu kan kebohongan Mbloh … Orang lain bisa melihat kualitas kita “baik atau jahat” hanya melalui tindakan dan perkataan yang kita lakukan, tetapi kita sendirilah yang sebenarnya mampu melihat kualitas hidup kita bukan hanya dari perbuatan dan tutur kata, melainkan juga apa yang sesungguhnya ada dalam hati … dan hanya kitalah yang tahu tindakan kita sungguh tulus atau pura-pura.”

Gombloh: “Tapi ini aku tulus lho Dul … tidak pura-pura.”

Dul: “Benar Mbloh …. kamu ga pura-pura tapi apa yang kamu kerjakan supaya dilihat atau dinilai Bos tho … bukan demi kerjaan itu sendiri …. wis mana lagi barangnya yang harus aku bawa … atau kopi tubruk  ini yang harus  aku bawa.”

Gombloh: “Eeiiiit ora Dul … lha aku wae  belum minum kopinya je main sambar aja …. met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minomartani, 5 Januari 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani